Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan, Jumat (14/8) sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan sejumlah baliho, spanduk, papan reklame, pohon dan lampu penerangan tumbang.

Pantauan Analisa di sejumlah jalan di Kota Medan, sebuah billboard besar tumbang persisnya di depan kantor PDAM Tirtanadi Medan, Jalan Iskandar Muda. Billboard besar ini tumbang dan dipinggirkan agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Sedangkan di Jalan dr Mansyur Medan terlihat pohon dan baliho tumbang sehingga menimbulkan kemacetan jalan yang cukup panjang, namun berkat kesigapan petugas lalu lintas, jalan di kawasan tersebut dialihkan untuk menghindari antrean kendaraan yang semakin panjang.

Namun Jalan Stasiun Kereta Api yang biasanya jadi langganan banjir sekarang sudah tidak lagi karena drainasenya sudah diperbaiki pihak Pemko Medan.

Hujan juga mengakibatkan banjir karena tak berfungsinya drainase di Jalan Krakatau, Bilal, Mustafa, Aksara, Sutomo, Prof HM Yamin SH dan sejumlah jalan lainnya di Kota Medan.

Hujan deras yang melanda Kota Medan sore hari itu juga sempat merepotkan petugas lalu lintas karena PLN mematikan aliran listrik sehingga lampu pengatur lalu lintas di sejumlah jalan turut padam.

Bukan hanya petugas lalu lintas yang repot. Hujan deras dan angin kencang itu juga merepotkan petugas Dinas Petugas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan. Pasalnya ranting pohon di Jalan Imam Bonjol tepatnya di depan Gedung DPRD Medan patah diterpa angin mengakibatkan kabel listrik putus.

Salah seorang petugas pemadam kebakaran yang ditemui Analisa di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB menyatakan sebelumnya mereka menerima telepon yang menyatakan Gedung DPRD terbakar. Tetapi setelah dicek ke lokasi ternyata bukan Gedung DPRD yang terbakar tetapi hanya ranting pohon di depan gedung DPRD patah dan memutuskan kabel listrik, katanya.

Hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan sejumlah ruangan di Sat Reskrim Poltabes Medan Sekitarnya kebanjiran diduga karena kebocoran.

Hal itu diperparah lagi dengan padamnya listrik sehingga menimbulkan suasana gelap gulita. Tampak sejumlah petugas harian lepas di instansi tersebut disibukkan dengan menguras genangan air yang melanda sejumlah ruangan antara lain unit VC/judi sila, unit Jahtanras, unit Ekonomi dan unit Resum.

Berdasarkan pantauan juga terlihat sejumlah perwira di unit tersebut memeriksa berkas-berkas di bawah penerangan cahaya lilin karena tak ada genset di Sat Reskrim Poltabes Medan.

Atap Gedung KPID Terbang

Di tempat berbeda, anging kencang yang melanda Kota Medan memorak-porandakan gedung Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut di Jalan Adinegoro. Sebahagian atap gedung beterbangan. Akibatnya, hampir seluruh ruangan di lantai dua tergenang air karena atap yang terbang dibawa angin.

Saksi mata Korbid Kelembagaan KPID Sumut, Usep Kurnia kepada Analisa mengungkapkan, saat kejadian dirinya dan para pegawai sedang berada di ruang kerja. "Angin kencang yang berlangsung beberapa menit itu sempat membuat kami panik, karena sebahagian atap gedung terbang," ujar Usep.

Para pegawai lari keluar ruangan karena takut tertimpa material gedung, yang saat ini kondisinya sudah lapuk.

Sekretaris KPID Sumut, Baringin Purba mengatakan, pihaknya akan segera membuat laporan ke Pemrovsu atas kejadian ini untuk segera dilakukan perbaikan sebab jika tak diperbaiki akan mengganggu aktifitas kerja di kantor KPID.

Angin kencang juga mengganggu acara yang sedang berlangsung di pelataran gedung Perpustakaan Daerah Sumut Jalan Brigjen Katamso. Di antaranya pesta buku murah dan lomba pidato untuk pelajar. Sejumlah stand buku terpaksa tutup untuk menghindari guyuran air. Bahkan, acara lomba pidato tentang perpustakaan sekolah dipindahkan ke dalam gedung.

Panggung acara lomba basah terkena air hujan, dan terpaan angin melepaskan spanduk yang terpasang kuat di depan pentas. "Kami khawatir angin kencang akan merubuhkan tenda, sehingga perlombaan kami pindahkan ke dalam gedung," ujar salah seorang dewan juri dalam acara itu, Majda.

Hujan lebat dan angin kencang sekira dua jam tersebut juga mengakibatkan aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Polonia terpaksa mengalami penundaan. Sejumlah penerbangan yang mengalami penundaan di antaranya tujuan Jakarta seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air. Bahkan, Batavia Air yang sudah bersiap-siap take off juga harus kembali ke parkir semula. Untuk tujuan Medan-Kuala Lumpur seperti MAS dan Lion Air tujuan Pulau Penang juga mengalami penundaan.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Firman AMg yang dikonfirmasi melalui telepon selular seputar terjadinya hujan lebat disertai angin kencang itu, mengatakan fenomena yang terjadi di kawasan Kota Medan merupakan rangkaian masa pancaroba (perubahan cuaca).

"Musim pancaroba dari musim panas ke musim hujan tahun ini ditandai dengan perubahan cuaca ekstrim. Artinya, pancaroba tersebut dibarengi dengan hujan lebat dan disertai petir. Perubahan cuaca yang ekstrim tersebut biasanya akan berakibat tumbangnya pohon, rusaknya berbagai fasilitas kota serta lainnya," kata Firman.

Menurut Firman, kondisi ekstrim seperti itu akan terus terjadi hingga musim hujan benar-benar berlangsung. Biasanya, musim pancaroba ini akan berpindah-pindah. Yang lebih dominan adalah kawasan lereng timur, seperti Langkat, Asahan dan sebagainya.

Untuk penerbangan, tambah Firman, cuaca ekstrim tersebut sangat mengganggu aktivitas penerbangan. Untuk itu, dia berharap maskapai lebih waspada menyikapi kondisi tersebut. (sumber : harian Analisa)

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 Agustus 2009 12:23 )